Terenyuh…
Malam-malam begini mereka masih di jalan…Dinginnya malam dan pastinya rentannya kejahatan adalah resiko yang terlalu dini mereka pikul… Terngiang-ngiang ucapan mereka… “pengen sekolah biar bisa baca tapi kalo sekolah ga bisa makan”…
Runtutan cerita keluar dari mulut mereka, ayah sudah tiada. Sementara ibu di kampung. Aku yakin ibu mana pun pasti beraaaaaat berpisah dengan anaknya. Pasti himpitan ekonomi-lah dan rasa tidak mampu menangggung biaya hiduplah yang menyebabkan mereka rela berpisah denga buah hatinya. Ato adakah alasan lain?… Aku hanya ber-husnudzon…Terakhir mereka bertemu pas lebaran.
Sekarang katanya mereka tinggal bersama pemulung yang lain, di lapak kampung Bulak dekat Maharta. Katanya ada bos pemulung-nya juga. Tapi aku tidak bertanya-tanya.. Dari cara mereka bercerita dan ucapan terima kasih dengan mata berbinar… aah halus sekali budi bahasanya..
Setibanya di rumah, hujan…Hatiku tertinggal disana…
Ya Alloh…lindungilah mereka…
Izinkan mereka merasakan manisnya iman dalam Islam…
Biarkan mereka tumbuh menjadi pilar-pilar dakwah-Mu.. Amiiiiin














